Bagaimana Hukum Bagikan Stiker Innalillahi di Whatsapp Saat Ada Kabar Meninggal?

- Kamis, 15 Juli 2021 | 15:17 WIB
Contoh stiker berduka di Whatsapp. Bagaimana Hukum Bagikan Stiker Innalillahi di Whatsapp Saat Ada Kabar Meninggal? (dok. Ayocirebon.com)
Contoh stiker berduka di Whatsapp. Bagaimana Hukum Bagikan Stiker Innalillahi di Whatsapp Saat Ada Kabar Meninggal? (dok. Ayocirebon.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Di tengah banyaknya berita duka yang disampaikan melalui media sosial, terutama Whatsapp, sebagian orang mengirimkan stiker ucapan doa sebagai bentuk perhatiannya. Bagaimana hukumnya?

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Dr. H. Fuad Thohari, MA menjelaskan, doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal bisa sampai dan bermanfaat untuk mayit. Akan tetapi apabila doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum dibagikan, maka tidak dikatakan sebagai doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayit.

"Kalau langsung copas stiker tapi lisan tidak mengucapkan ini tidak bermanfaat. Sebelum di-share dibaca dahulu dalam hati diikuti dengan gerakan lisan," kata Fuad kepada Republika, Rabu, 14 Juli 2021.

Selain itu, sebagai dampak kemudahan teknologi semacam ini, berita menyenangkan yang diterima dalam grup juga langsung direspons dengan berbagai stiker aneka model dan bahasa bertuliskan mubaarok, selamat, dan lainnya. 

Lalu, apabila mendengar berita, teman atau anggota grup sakit, langsung dikirim stiker doa atau stiker ucapan yang berakar kata syafaa…(semoga Allah menyembuhkan), yang seringkali penulisan dhomir-nya salah.

AYO BACA : Bagaimana Islam Memandang Penebar Stiker Porno di WhatsApp?

Misalnya mendokan kawan atau saudara laki-laki yang sakit dengan membagikan stiker atau dengan kirim doa berbentuk  tulisan, syafaakillah. Sementara  kawan perempuan yang sakit, malah dikirim  doa atau stiker dengan redaksi syafaakallah.

Nampaknya karena buru-buru atau tidak mengerti, doa dalam stiker yang dikirim  tidak dibedakan, apakah yang sakit itu laki-laki atau perempuan. 

Penggunaan stiker untuk dhomir mukhatabah, mukhatabah, dhomir ghoib mufrad mudzakkar atau dhomir ghobah mufrad muannats, mestinya menyesuaikan peruntukkannya sesuai kaidah gramatika Arab (ilmu Nahwu). 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

5 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi

Senin, 4 Juli 2022 | 17:25 WIB