Cina Respon Kritikan Joe Biden dalam KTT COP26 dengan Sindiran

- Kamis, 4 November 2021 | 11:19 WIB
Cina merespon kritikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dalam KTT COP26 atau KTT Perubahan Iklim 2021 di Glasgow, Skotlandia, di mana Presiden Cina, Xi Jinping tidak hadir. (Pixabay/SW1994)
Cina merespon kritikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dalam KTT COP26 atau KTT Perubahan Iklim 2021 di Glasgow, Skotlandia, di mana Presiden Cina, Xi Jinping tidak hadir. (Pixabay/SW1994)

AYOCIREBON.COM- Cina merespon kritikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, terhadap Presiden Xi Jinping, dalam KTT COP26 atau KTT Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina, Wang Wenbin menyebut, meski Presiden Cina, Xi Jinping tidak hadir dalam KTT COP26 atau KTT Perubahan Iklim, negara tirai bambu itu telah memiliki tindakan nyata dalam penanganan perubahan iklim, melansir NESW18.

"Apa yang kita butuhkan untuk menghadapi perubahan iklim adalah tindakan nyata daripada kata - kata kosong. Tindakan Cina dalam menanggapi perubahan iklim adalah nyata," kata Wang Wenbin mewakili Presiden Cina, Xi Jinping, Rabu, 3 November 2021 sebagai respon kritikan Joe Biden dalam KTT COP26 atau KTT Perubahan Iklim.

Cina membela diri, ketidakhadiran Xi Jinping dalam KTT Perubahan Iklim di Glasgow sebab Pandemi Covid 19. Xi Jinping disebut belum pernah bepergian ke luar Cina sejak pandemi.

Joe Biden sendiri mengkritik kepemimpinan Xi Jinping setelah Cina tak hadir dalam KTT COP26 pada Selasa, 2 November 2021. Padahal, Cina merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di bumi.

Selain Cina, Joe Biden juga mengkritik kepemimpinan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang pula absen dalam KTT Perubahan Iklim tersebut. Serupa Cina, Rusia juga dinilai sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar.

Pada KTT COP26, setidaknya 100 negara telah bersepakat mengurangi emisi metana, gas rumah kaca yang kuat, hingga sekitar 30%.

Pembelaan diri Cina atas kritik yang dilontarkan Joe Biden juga memuat olok - olok terhadap Amerika yang menarik diri dari Perjanjian Paris di bawah kepemimpinan Donald Trump. Cina menilai, tindakan itu telah merusak tata kelola iklim global dan implementasi perjanjian itu sendiri.

KTT COP26 dipandang penting untuk kelangsungan Perjanjian Paris 2015. Ketika itu, negara - negara di dunia telah berjanji membatasi kenaikan suhu global hingga 2 derajat celcius dan bekerja dengan batas 1,5 derajat celcius yang lebih aman.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini